Sepucuk Kebahagiaan

Tasliem Kids | Bel tanda masuk telah berbunyi. Murid-murid pun duduk ditempatnya masing-masing. Mereka duduk dengan tertib dan berdo'a dengan khusuk. Tak lama kemudian, Bu Azizah masuk ke dalam kelas dan memulai pelajaran. Beliau adalah guru mata pelajaran Agama Islam sekaligus guru Bimbingan Konseling (BK) yang sangat disegani oleh murid-murid di sekolah Adz-Dzikra. Alasannya, karena pada saat mengajar beliau sangat tegas tetapi bukan galak, sedangkan pada saat diluar jam pelajaran beliau sangat ramah dan lucu.

Setelah memberikan tugas, Bu Azizah menyadari Amima terlihat terus menundukan kepala selama pelajaran berlangsung. Beliau pun menghampiri Amima dan mengelus kepalanya. Ternyata beliau menyadari sesuatu.

"Setelah menyelesaikan tugas ini, datang ke ruangan Ibu, ya.." sahut Bu Azizah. Beliau pun duduk sambil menunggu jam pelajaran selesai. Setelah bel tanda pergantian jam berbunyi, Bu Azizah  meninggalkan ruangan kelas. Amima terlihat ragu dengan apa yang Bu Azizah minta. Namun, akhirnya Amima pergi meninggalkan kelas dan langsung menemui Bu Azizah di ruang guru.

Tok.. Tok.. Tok..
"Assalamualaikum... Ini saya bu, Amima" Ia mengetuk pintu disertai salam.
"Wa'alaikumussalam... Ya, silahkan masuk." Amima pun masuk masih dengan kepala yang menunduk.

"Silahkan duduk, jangan menunduk terus, nanti kamu nabrak lemari bisa benjol, lho!" Kata Bu Azizah.
Amima pun mulai berani sambil mengangkat kepalanya. Kemudian  Ia duduk di depan Bu Azizah.
"Ada apa, Amima? Hari ini Ibu lihat kamu sangat mendung? Ibu kira langit doang yang bisa mendung." Bu Azizah berusaha menghibur Amima. Tak disangka, Amima malah menundukan kepalanya dan menangis sesenggukan. Bu Azizah menghampiri Amima dan duduk disebelahnya.

"Ya sudah, tidak apa-apa kalau tidak mau cerita sekarang. Beliau berdiri dan mengambil sesuatu dari dalam laci mejanya. Kemuadian beliau meletakkan sebuah buku catatan dengan sampul bergambar bunga dan pulpen dengan penutup berbentuk lebah yang sangat lucu. Amima pun berhenti menangis. Ia menatap Bu Azizah dan Alat tulis dihadapannya itu.

"Ini buku dan pulpen untukmu. Boleh dibawa pulang. Gratis! Tapi dengan syarat;
"Pertama, jangan katakan kepada siapa pun kalau Ibu telah memberikan buku ini. Kedua, kamu harus menceritakan hal-hal yang membuatmu bahagia di dalam buku ini. Ketiga kamu harus menitipkan buku ini kepada Ibu pada tanggal 28 Februari nanti. Setujuuu?" tanya Bu Azizah.
"Se..setuju.." Jawab Amima sambil mengangguk.

"Lalu, Ibu akan mengembalikannya pada tanggal 15 Maret. Dan ingat, kamu hanya boleh mencatat hal-hal yang membuatmu bahagia. Paham?"
"Paham bu..." sahut Amima.
"Baiklah, sekarang silahkan kamu ke kamar mandi untuk cuci muka, kemudian kembali ke kelasmu." kata Bu Azizah.
"Baik, bu. Terima Kasih banyak Bu Azizah, Assalamualaikum..." kata Amima kemudian berjalan meninggalkan ruangan guru.

"Wa'alaikumussalam..." jawab Bu Azizah sambil tersenyum.
Amima merasa bingung. Sebenarnya apa yang direncanakan Bu Azizah dengan buku catatan ini, ya? Kenapa juga Amima harus mengembalikannya pada tanggal 28 Februari?

Amima duduk di depan meja belajarnya. Ia menatap buku yang diberikan bu Azizah dan ia masih bingung apa maksud Bu  Azizah memberikan buku itu padanya.
"Dari pada terus bingung begini, lebih baik aku langsung menulis” ucapnya dalam hati.
Waktu yang telah disepakati pun tiba, Amima menunggu Bu Azizah di depan kelas. Namun hingga jam istirahat, Bu Azizah belum  kelihatan juga. Akhirnya Amima pergi menuju ruang guru, namun ia tetap juga tidak melihatnya.
"Cari siapa, nak?" tanya Bu Dwi. "Maaf saya sedang mencari Bu Azizah", jawab Amima. "Ooh..Bu Azizah hari ini tidak masuk, beliau Sedang mengurusi kepindahannya." "Bu Azizah.. Pindah?" Amima tersentak.
"Iya, pekan ini Bu Azizah akan pindah keluar kota. Jadi, hari ini tidak masuk. Oh ya, ini ada titipan dari Bu Azizah untukmu." Sahut Bu Dwi.
Amima diam sejenak, setelah menerima surat dari Bu Dwi. Ia berjalan sangat lesu ketika meninggalkan ruang guru, seakan masih tidak percaya bahwa Bu Azizah telah pergi meninggalkannya. Sesampainya dirumah, Amima membuka surat dari Bu Azizah. Ia pun mulai membacanya.

Untuk Ananda Amima,

Assalamu’alaikum, Amima…
Apa kabarmu? Semoga sehat selalu. Aamiin.
Kamu pasti sudah mendengar kabar kepindahan ibu. Maaf ibu tidak memberitahumu, karena ibu sangat sibuk untuk mengurusi segalanya.

Ibu sudah dengar kabar tentangmu dari guru yang lain, bahwa kini kamu sudah terlihat bersemangat disetiap pelajaran dan mau bergabung dengan teman-teman yang lainnya. Ibu juga yakin, kamu adalah anak yang mandiri. Oh ya, buku yang ibu berikan kepadamu tolong disimpan dengan baik, dan jangan lupa untuk menulis setiap kebahagiaanmu agar kamu selalu riang dan selalu berfikir positif.
Wassalam,
                                                                                                                                    Bu Azizah J
------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Amima tersenyum. Kemudian ia membuka buku catatannya dan menuliskan sesuatu.

Aku sangat bahagia, memiliki teman-teman yang menyenangkan, guru yang baik hati dan kebahagiaan yang tidak pernah habis. Terima kasih Ya Allah, kebahagian ini milik-Mu. Aku akan mensyukuri segala nikmat-Mu. Karena bahagia itu sederhana, tersenyum dan bersyukurlah! maka kamu akan mendapatkannya.[]

Tas Anak Muslim

Tas Anak Muslim

Tasliem Kids Merupakan Produksen dan Distributor Tas Anak Muslim Terpercaya Sejak Tahun 2011. Telah Melayani Pengiriman Ribuan Tas ke Seluruh Nusantara. Tersedia Berbagai Varian Tas Anak, Dengan Desain Islami, Menarik, Unik dan Mendidik. Cocok Untuk Anak-Anak Agar Mengenal Islam Secara Sederhana.
Lebih Lanjut Klik Disini →

No comments:
Write comments

Ahlan.....Silakan Tinggalkan Pesan Anda

Cek Resi Pengiriman

Lacak resi JNE di sini
Lacak resi TIKI di sini:
Lacak resi POS Indonesia:

Rek. Transfer

Layanan Pengiriman

© 2017 Tasliem Kids. Template by Hubungi Kami
Proudly Powered by Blogger.